BALIKPAPAN – Pleci andalan anda kurang nagen, atau suka angkat kaki saat ngalas di gantangan lomba? Mungkin tanaman ini bisa jadi solusinya.

MUDAH TUMBUH - inilah wujud tanaman dracaena surculosa yang dikenal dengan nama Bambu Jepang/Cina

MUDAH TUMBUH – inilah wujud tanaman dracaena surculosa yang dikenal dengan nama Bambu Jepang/Cina

Nama ilmiahnya dracaena surculosa, atau dikenal sebagai Bambu Jepang/Cina, karena batangnya beruas-ruas seperti bambu, daunnya oval dan ujungnya lancip mirip daun bambu. Tinggi tanaman antara 100-150 cm, dengan diameter 0,5-1,5 cm.

Tanaman jenis ini, kini banyak dicari pleci mania, untuk dijadikan tangkringan pengganti kayu asam, karena dinilai mampu meredam kelincahan si “burung kacamata” saat tampil di gantangan lomba.

Bentuk batangnya yang lurus dengan sedikit tekstur horizontal pada setiap ruasnya, memang terlihat cukup matching untuk kaki pleci, namun tetap indah sehingga tidak merusak penampilan kandang lomba.

SETTING TANGRKINGAN - Om Siam Priandana sedang menyiapkan Bambu Cina untuk pleci andalannya.

SETTING TANGKRINGAN – Om Siam Priandana sedang menyiapkan Bambu Cina untuk pleci andalannya.

”Adem di kaki pleci mas, burungnya jadi lebih nagen saat digantang. Dilihat juga tidak bikin malu,” ujar Om Siam Priandana, salah satu senior Plecimania Balikpapan.

Selain itu, batang tanaman ini dinilai mampu mengantisipasi luka pada telapak kaki burung, yang menyebabkan pleci angkat satu kaki saat berkicau.

“Pleci yang suka angkat satu kaki, juga bisa dicoba pakai tangkringan Bambu Cina ini. Ada kalanya, mungkin kaki pleci kita iritasi akibat tangkringan yang terlalu kasar. Kalau bambu ini kan halus, tapi tetap kesat di kaki burung,” lanjutnya.

LURUS - Bentuk batang Bambu Cina yang lurus dari pangkal hingga ke ujung, mempermudah Pleci Mania menyiapkan tangkringan untuk jagoannya.

LURUS – Bentuk batang Bambu Cina yang lurus dari pangkal hingga ke ujung, mempermudah Pleci Mania menyiapkan tangkringan untuk jagoannya.

Hal ini diamini oleh om Imam Syafii, dedengkot PCMI Chapter Balikpapan. Menurutnya, Bambu Cina memang bisa digunakan sebagai pengganti kayu asam, untuk tangkringan pleci.

“Untuk burung yang kelewat lincah, kalau pakai bambu ini sudah tidak perlu semprot-semprot lagi sebelum naik ke gantangan. Karena, bambu ini sudah dingin di kaki burung,” jelasnya.

Selain dapat meredam kelincahan pleci, Bambu Cina juga jauh lebih murah dibanding tangkringan kayu. Karena tamanan ini mudah tumbuh dan dapat dikembangbiakkan dengan sistem stek.

NAGEN - Berkat Bambu Cina, pleci "Kentang" andalan Om Imas Syafi'i selalu tampil nagen di gantangan.

NAGEN – Berkat Bambu Cina, pleci “Kentang” andalan Om Imas Syafi’i selalu tampil nagen di gantangan.

“Ini sebenarnya tanaman semak. Keunggulannya lurus dari pangkal batang hingga ke ujung. Jadi tinggal dipotong aja, sesuai ukuran lebar kandang. Tanaman ini juga mudah didapat, bahkan kalau sedang beruntung, bisa minta gratis sama tetangga,” ujarnya sambil tertawa.

Di pasaran, tanaman ini biasa dijual dengan harga Rp30-50 ribu per rumpun, tergantung besar kecil ukuran rumpunnya. Satu rumpun tanaman biasa berisi 5-10 batang Bambu Cina.

Untuk satu batang tanaman, dengan ukuran 100 cm, sudah bisa digunakan untuk empat kandang pleci berdiameter 25 cm.(rya)

 

Share the joy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •